NAMA :
AHMAD MAULANA RAMADHAN
NPM :
50410399
KELAS :
3IA12
Bagi
Anda yang suka dalam dunia industri animasi tentu tidak asing dengan
istilah 'render farm'. Dari namanya saja kita dapat sedikit
mengetahui, bahwa yang dimaksud itu adalah hal yang berhubungan
dengan rendering. Tentu anda pernah membaca kabar tentang berapa jam
dari prosesor yang diperlukan untuk membuat efek visual dan animasi
untuk film-film terbaru dan acara TV. Misalnya, waktu render mencapai
40 juta jam untuk Monsters vs Aliens, 30 juta jam untuk Madagaskar:
Escape 2 Africa, dan 6,6 juta jam untuk Revenge of the Sith. wow,
bukankah jumlah yang sangat mencengangkan.Beberapa frame resolusi
IMAX diperlukan untuk Devastator, tokoh dalam Transformers 2: Revenge
of the Fallen, mengambil hingga 72 jam per frame. Bagaimana sebuah
film dibuat hanya untuk merendernya diperlukan puluhan juta jam.
Dimana hanya menghasilkan setidaknya 30 - 120menit film.
Pada
fakta realnya itu adalah sebuah hitungan waktu yang diperlukan oleh
sebuah prosesor untuk melakuan render. Guna mengakalinya maka
dirancanglah sebuah sistem terpadu gabungan dari ribuan core
prosesor, yang disebut dengan "render Farm". Misalnya,
Industrial Light and Magic memiliki peternakan membuat dengan 5.700
core prosesor (dan 2.000 core dalam mesin seniman mereka) ketika
Transformers 2 diproduksi. Bahkan fasilitas kecil dengan hanya
selusin animator cenderung memiliki lebih dari seratus core prosesor
yang mereka miliki.
Farm
render adalah sistem komputer kinerja tinggi, misalnya cluster
komputer yng dibangun untuk render computer-generated imagery (CGI),
biasanya digunakan pada proses pembuatan film dan efek visual pada
TV.
Selama
beberapa dekade, kemajuan dalam daya komputer memungkinkan gambar
untuk mmempersingkat waktu untuk me render. Namun, komputasi
meningkat tidak hanya untuk memenuhi tuntutan waktu, tetapi juga
untuk mencapai kualitas gambar state-of-the-art. Ketika gambar yang
sederhana dapat diproduksi dengan cepat, gambar resolusi tinggi yang
lebih realistis dan rumit sekarang dapat diproduksi dalam jumlah
lebih banyak dalam waktu yang wajar. Waktu yang dihabiskan
menghasilkan gambar dapat dibatasi oleh waktu produksi-garis dan
tenggat waktu, dan keinginan untuk menciptakan pekerjaan berkualitas.
Salah
satu cara yang digunakan untuk mempercepat penyelesaian proses render
adalah dengan menggunakan teknik Parallel komputer dengan menggunakan
jaringan clustering. Parallel komputer merupakan teknik menggabungkan
beberapa unit komputer sekaligus untuk mengerjakan proses yang telah
dibagi-bagi secara bersamaan. Ide untuk menggunakan parallel komputer
berawal dari permasalahan waktu proses render animasi 3D jika
menggunakan satu komputer bisa memakan waktu yang cukup lama dan
menghasilkan hanya sebuah hasil frame gambar dari proses rendering
animasi 3D, jika sebuah file animasi render yang diproses menggunakan
proses parallel komputer atau dengan konsep jaringan cluster bisa
menghasilkan waktu seoptimal mungkinjika sebuah file animasi render
yang diproses menggunakan proses parallel komputer atau dengan konsep
jaringan cluster bisa menghasilkan waktu seoptimal mungkin dan
menghasilkan bagian-bagian frame dari proses rendering. Artinya
setiap bagian-bagian dari proses rendering animasi tersebut diproses
di komputer client dan waku yang dicatat dari proses tersebut
disimpan di komputer master.
Pada
dasarnya, konsep kerja render farm adalah membagi tugas rendering
yang biasanya memakan waktu lama dan membutuhkan computing power yang
besar ke beberapa kompie off the shelf "biasa". Dari segi
biaya, akan menjadi sangat mahal jika untuk me-render saja, harus
menggunakan workstation, misalnya yang punya dual atau quad soket
procie.
Proses
kerja render farm pada dasarnya tergantung dari kebutuhan kita
sendiri. Misalnya untuk me-render single frame/still image, maka
render farm tersebut akan "keroyokan" me-render satu gambar
tersebut yang pembagian tugasnya secara otomatis dilakukan oleh
workstation yang "menyuruh".
Tapi
untuk me-render animasi (multiple frames), biasanya tiap render slave
(kompie yang ada di render farm tersebut) akan diberikan tugas
masing-masing secara manual oleh kita sendiri. Contohnya: Jika kita
memiliki 10 kompie di render farm, maka kompie A di assign untuk
merender frame 1-100, kompie B frame 101-200, dst. Untuk dapat
menggunakan teknik render “render farm”, kita dapat menggunakan
beberapa tools.
sumber

No comments:
Post a Comment