Laman

Total Pageviews

Friday, May 3, 2013

Render Farm


NAMA : AHMAD MAULANA RAMADHAN
NPM : 50410399
KELAS : 3IA12

Bagi Anda yang suka dalam dunia industri animasi tentu tidak asing dengan istilah 'render farm'. Dari namanya saja kita dapat sedikit mengetahui, bahwa yang dimaksud itu adalah hal yang berhubungan dengan rendering. Tentu anda pernah membaca kabar tentang berapa jam dari prosesor yang diperlukan untuk membuat efek visual dan animasi untuk film-film terbaru dan acara TV. Misalnya, waktu render mencapai 40 juta jam untuk Monsters vs Aliens, 30 juta jam untuk Madagaskar: Escape 2 Africa, dan 6,6 juta jam untuk Revenge of the Sith. wow, bukankah jumlah yang sangat mencengangkan.Beberapa frame resolusi IMAX diperlukan untuk Devastator, tokoh dalam Transformers 2: Revenge of the Fallen, mengambil hingga 72 jam per frame. Bagaimana sebuah film dibuat hanya untuk merendernya diperlukan puluhan juta jam. Dimana hanya menghasilkan setidaknya 30 - 120menit film.
Pada fakta realnya itu adalah sebuah hitungan waktu yang diperlukan oleh sebuah prosesor untuk melakuan render.  Guna mengakalinya maka dirancanglah sebuah sistem terpadu gabungan dari ribuan core prosesor, yang disebut dengan "render Farm". Misalnya, Industrial Light and Magic memiliki peternakan membuat dengan 5.700 core prosesor (dan 2.000 core dalam mesin seniman mereka) ketika Transformers 2 diproduksi. Bahkan fasilitas kecil dengan hanya selusin animator cenderung memiliki lebih dari seratus core prosesor yang mereka miliki.
Farm render adalah sistem komputer kinerja tinggi, misalnya cluster komputer yng dibangun untuk render computer-generated imagery (CGI), biasanya digunakan pada proses pembuatan film dan efek visual pada TV.
Selama beberapa dekade, kemajuan dalam daya komputer memungkinkan gambar untuk mmempersingkat waktu untuk me render. Namun, komputasi meningkat tidak hanya untuk memenuhi tuntutan waktu, tetapi juga untuk mencapai kualitas gambar state-of-the-art. Ketika gambar yang sederhana dapat diproduksi dengan cepat, gambar resolusi tinggi yang lebih realistis dan rumit sekarang dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak dalam waktu yang wajar. Waktu yang dihabiskan menghasilkan gambar dapat dibatasi oleh waktu produksi-garis dan tenggat waktu, dan keinginan untuk menciptakan pekerjaan berkualitas.
Salah satu cara yang digunakan untuk mempercepat penyelesaian proses render adalah dengan menggunakan teknik Parallel komputer dengan menggunakan jaringan clustering. Parallel komputer merupakan teknik menggabungkan beberapa unit komputer sekaligus untuk mengerjakan proses yang telah dibagi-bagi secara bersamaan. Ide untuk menggunakan parallel komputer berawal dari permasalahan waktu proses render animasi 3D jika menggunakan satu komputer bisa memakan waktu yang cukup lama dan menghasilkan hanya sebuah hasil frame gambar dari proses rendering animasi 3D, jika sebuah file animasi render yang diproses menggunakan proses parallel komputer atau dengan konsep jaringan cluster bisa menghasilkan waktu seoptimal mungkinjika sebuah file animasi render yang diproses menggunakan proses parallel komputer atau dengan konsep jaringan cluster bisa menghasilkan waktu seoptimal mungkin dan menghasilkan bagian-bagian frame dari proses rendering. Artinya setiap bagian-bagian dari proses rendering animasi tersebut diproses di komputer client dan waku yang dicatat dari proses tersebut disimpan di komputer master.
Pada dasarnya, konsep kerja render farm adalah membagi tugas rendering yang biasanya memakan waktu lama dan membutuhkan computing power yang besar ke beberapa kompie off the shelf "biasa". Dari segi biaya, akan menjadi sangat mahal jika untuk me-render saja, harus menggunakan workstation, misalnya yang punya dual atau quad soket procie.
Proses kerja render farm pada dasarnya tergantung dari kebutuhan kita sendiri. Misalnya untuk me-render single frame/still image, maka render farm tersebut akan "keroyokan" me-render satu gambar tersebut yang pembagian tugasnya secara otomatis dilakukan oleh workstation yang "menyuruh".
Tapi untuk me-render animasi (multiple frames), biasanya tiap render slave (kompie yang ada di render farm tersebut) akan diberikan tugas masing-masing secara manual oleh kita sendiri. Contohnya: Jika kita memiliki 10 kompie di render farm, maka kompie A di assign untuk merender frame 1-100, kompie B frame 101-200, dst. Untuk dapat menggunakan teknik render “render farm”, kita dapat menggunakan beberapa tools.


sumber

No comments:

Post a Comment