Laman

Total Pageviews

Tuesday, November 26, 2013

MLM Vs Money Game

Nama                :  Ahmad Maulana Ramadhan
NPM                  :  50410399
Kelas                 :  4IA12
Mata Kuliah     :  Pengantar Bisnis Informatika
 

MLM Vs Money Game

Multi Level Marketing
Perusahaan MLM pada dasarnya adalah perusahaan biasa yang berjualan produk. Hanya saja mereka memanfaatkan pelanggan sebagai ‘Sales Door to Door’ untuk menjual produk mereka, dengan iming-iming bagi hasil tentunya. Caranya dengan membangun piramid level.
Pertama, mereka menawarkan membership kepada para pelanggan sehingga pelanggan bisa mendapatkan discount khusus untuk setiap produk yang dijual. Dan pelanggan bisa menjual kembali produk yang sudah mereka beli dengan harga normal kepada orang lain. Atau, mereka juga bisa menawarkan membership kepada orang lain dengan posisi sebagai downline-nya.
Illustrasinya; Member A menawarkan Pelanggan B sebagai downline-nya. Setelah, menjadi member, Pelanggan B bisa membeli produk secara langsung ke perusahaan juga dengan mendapatkan discount khusus seperti Member A. Setiap kali Member B membeli produk, maka sekian persen keuntungan yang didapat perusahaan dari penjualannya akan disisihkan untuk Member A.
Kemudian si C menjadi downline si B dan si D menjadi downline si C. seperti gambar di bawah ini:

Gambar 1. Piramid MLM
Saat Member D belanja produk, maka Member C, B dan A akan mendapat persentase keuntungan dari perusahaan. Member A tentu saja mendapat persentase total paling banyak karena downline-nya paling banyak.
Jika Member D juga mendapatkan downline, yaitu Member E, maka hanya Member D, C dan B yang mendapat keuntungan saat si E belanja produk, sementara Member A tidak mendapat apa-apa. Karena setahu saya memang hanya dibatasi hingga 3 level downline untuk mendapatkan persentase keuntungan. Member A bisa memilih untuk ongkang-ongkang kaki sementara B, C dan D bekerja mencari downline baru dan memberikan persentase keuntungan untuknya, atau kembali ikut mencari downline baru supaya semakin banyak persentase yang bisa ia raup.
Masalah terburuk yang mungkin muncul, hanyalah jika downline kita ternyata malas mencari member baru. Itu akan membuat kita kehilangan jatah persentase dari perusahaan. Tapi pada dasarnya tidak ada pihak yang dirugikan. Tidak ada pihak yang memiliki utang kepada pihak lain. Semua produk harus dibeli secara kontan. Semua persentase keuntungan dibayar secara kontan. Jika tidak ada penjualan, maka tidak ada pembagian keuntungan. As simple as that.

Money Game
Money Game memang menggunakan sistem piramid yang sama dengan MLM. Tetapi Money Game bukanlah bisnis jualan produk. Di sini seorang member diminta untuk menanamkan uangnya pada perusahaan (istilah kerennya; investasi) dan perusahaan berjanji bahwa uang tersebut nantinya bisa diambil kembali dengan nilai berlipat ganda.
Bagaimana cara menggandakannya? Perusahaan meminta si Member untuk mencari sejumlah oranng untuk menjadi downline-nya dan ikut menanamkan uang mereka di perusahaan. Uang para downline inilah yang nantinya akan diberikan kepada Member yang pertama dengan nilai 3 kali lipat dari nilai yang telah di-invest-nya. Selebihnya menjadi milik perusahaan.
Ilustrasinya begini; Si A menanamkan uang Rp. 100 kepada perusahaan. Lalu si A mencari (maksimal)  8 orang member baru untuk menjadi downline-nya. Ke delapan orang tersebut juga menanamkan uang masing-masing Rp. 100 ke perusahaan. Total uang yang masuk adalah; Rp. 100 + Rp. 800 = Rp. 900.  Uang sebesar Rp. 300 diberikan kepada si A sesuai yang dijanjikan perusahaan pada akhir periode, sisanya Rp. 600 menjadi milik perusahaan. Lalu bagaimana cara perusahaan membayar kembali uang milik 8 orang downline si A? Yang dilakukan perusahaan adalah meminta ke delapan orang tersebut untuk mencari masing-masing delapan orang lagi sebagai downline mereka. Begitu seterusnya.
Jadi pada dasarnya perusahaan berhutang sebesar Rp. 100 kepada si A dengan janji mengembalikan 3 kali lipat. Lalu perusahaan meminjam kembali dari 8 orang teman si A dengan janji yang sama. Hasil pinjaman tersebut digunakan untuk mengembalikan uang plus bunga  kepada si A. Lalu perusahaan meminjam uang lagi dari 64 orang lainnya untuk dibayarkan kepada 8 orang teman si A, dst dst dst. Intinya perusahaan ini pada dasarnya tidak memiliki uang. Yang mereka miliki hanyalah hutang, yang semakin lama semakin banyak dan semakin banyak.
Jika perusahaan berhasil mengumpulkan uang dari para member sebesar 1 milyar di awal tahun. maka di akhir tahun perusahaan tersebut harus berhasil mengumpulkan dana sebesar minimal 3 milyar dari member yang baru, untuk dibayarkan kepada member awal. Di akhir tahun berikutnya, perusahaan tersebut harus mampu mengumpulkan 9 milyar untuk dibayarkan kepada member. Tahun berikutnya lagi, 27 milyar dst.
Target jumlah pengumpulan dana HARUS tercapai setiap tahun. H A R U S ! ! ! Kalau tidak tercapai, maka akan ada sejumlah member yang tidak terbayarkan. Dan itu akan fatal akibatnya.

Sumber  :  kompasiana.com

No comments:

Post a Comment