Nama : Ahmad Maulana Ramadhan
NPM : 50410399
Kelas : 4IA12
Mata Kuliah :
Pengantar Bisnis Informatika
MLM Vs Money
Game
Multi Level Marketing
Perusahaan MLM pada dasarnya adalah perusahaan biasa yang
berjualan produk. Hanya saja mereka memanfaatkan pelanggan sebagai ‘Sales Door
to Door’ untuk menjual produk mereka, dengan iming-iming bagi hasil tentunya.
Caranya dengan membangun piramid level.
Pertama, mereka menawarkan membership kepada para pelanggan
sehingga pelanggan bisa mendapatkan discount khusus untuk setiap produk yang
dijual. Dan pelanggan bisa menjual kembali produk yang sudah mereka beli dengan
harga normal kepada orang lain. Atau, mereka juga bisa menawarkan membership
kepada orang lain dengan posisi sebagai downline-nya.
Illustrasinya; Member A menawarkan Pelanggan B sebagai
downline-nya. Setelah, menjadi member, Pelanggan B bisa membeli produk secara
langsung ke perusahaan juga dengan mendapatkan discount khusus seperti Member
A. Setiap kali Member B membeli produk, maka sekian persen keuntungan yang
didapat perusahaan dari penjualannya akan disisihkan untuk Member A.
Kemudian si C menjadi downline si B dan si D menjadi downline
si C. seperti gambar di bawah ini:
Gambar 1. Piramid MLM
Saat Member D belanja produk, maka Member C, B dan A akan
mendapat persentase keuntungan dari perusahaan. Member A tentu saja mendapat
persentase total paling banyak karena downline-nya paling banyak.
Jika Member D juga mendapatkan downline, yaitu Member E, maka
hanya Member D, C dan B yang mendapat keuntungan saat si E belanja produk,
sementara Member A tidak mendapat apa-apa. Karena setahu saya memang hanya
dibatasi hingga 3 level downline untuk mendapatkan persentase keuntungan.
Member A bisa memilih untuk ongkang-ongkang kaki sementara B, C dan D bekerja
mencari downline baru dan memberikan persentase keuntungan untuknya, atau
kembali ikut mencari downline baru supaya semakin banyak persentase yang bisa
ia raup.
Masalah terburuk yang mungkin muncul, hanyalah jika downline
kita ternyata malas mencari member baru. Itu akan membuat kita kehilangan jatah
persentase dari perusahaan. Tapi pada dasarnya tidak ada pihak yang dirugikan.
Tidak ada pihak yang memiliki utang kepada pihak lain. Semua produk harus
dibeli secara kontan. Semua persentase keuntungan dibayar secara kontan. Jika
tidak ada penjualan, maka tidak ada pembagian keuntungan. As simple as that.
Money Game
Money Game memang menggunakan sistem piramid yang sama dengan
MLM. Tetapi Money Game bukanlah bisnis jualan produk. Di sini seorang member
diminta untuk menanamkan uangnya pada perusahaan (istilah kerennya; investasi)
dan perusahaan berjanji bahwa uang tersebut nantinya bisa diambil kembali
dengan nilai berlipat ganda.
Bagaimana cara menggandakannya? Perusahaan meminta si Member
untuk mencari sejumlah oranng untuk menjadi downline-nya dan ikut menanamkan
uang mereka di perusahaan. Uang para downline inilah yang nantinya akan
diberikan kepada Member yang pertama dengan nilai 3 kali lipat dari nilai yang
telah di-invest-nya. Selebihnya menjadi milik perusahaan.
Ilustrasinya begini; Si A menanamkan uang Rp. 100 kepada
perusahaan. Lalu si A mencari (maksimal) 8 orang member baru untuk
menjadi downline-nya. Ke delapan orang tersebut juga menanamkan uang
masing-masing Rp. 100 ke perusahaan. Total uang yang masuk adalah; Rp. 100 +
Rp. 800 = Rp. 900. Uang sebesar Rp. 300 diberikan kepada si A sesuai yang
dijanjikan perusahaan pada akhir periode, sisanya Rp. 600 menjadi milik
perusahaan. Lalu bagaimana cara perusahaan membayar kembali uang milik 8 orang
downline si A? Yang dilakukan perusahaan adalah meminta ke delapan orang
tersebut untuk mencari masing-masing delapan orang lagi sebagai downline
mereka. Begitu seterusnya.
Jadi pada dasarnya perusahaan berhutang sebesar Rp. 100 kepada
si A dengan janji mengembalikan 3 kali lipat. Lalu perusahaan meminjam kembali
dari 8 orang teman si A dengan janji yang sama. Hasil pinjaman tersebut
digunakan untuk mengembalikan uang plus bunga kepada si A. Lalu
perusahaan meminjam uang lagi dari 64 orang lainnya untuk dibayarkan kepada 8
orang teman si A, dst dst dst. Intinya perusahaan ini pada dasarnya tidak
memiliki uang. Yang mereka miliki hanyalah hutang, yang semakin lama semakin
banyak dan semakin banyak.
Jika perusahaan berhasil mengumpulkan uang dari para member
sebesar 1 milyar di awal tahun. maka di akhir tahun perusahaan tersebut harus
berhasil mengumpulkan dana sebesar minimal 3 milyar dari member yang baru,
untuk dibayarkan kepada member awal. Di akhir tahun berikutnya, perusahaan
tersebut harus mampu mengumpulkan 9 milyar untuk dibayarkan kepada member.
Tahun berikutnya lagi, 27 milyar dst.
Target jumlah pengumpulan dana HARUS tercapai setiap tahun. H
A R U S ! ! ! Kalau tidak tercapai, maka akan ada sejumlah member yang tidak
terbayarkan. Dan itu akan fatal akibatnya.
Sumber : kompasiana.com

No comments:
Post a Comment